Laman

Kamis, 11 Oktober 2012

Jangan Sepelekan Mini Stroke









Anda pernah dengar tentang mini stroke? Kalau jawabannya ya, maka Anda adalah salah satu dari sedikit orang yang mengetahuinya.

Dikenal juga dengan nama transcient ischemic attack (TIA), mini stroke adalah satu periode singkat dari gejala stroke yang disebabkan oleh gangguan sementara pada aliran darah ke otak. Berbeda dengan stroke, mini stroke berlangsung kurang dari 24 jam, seperti disebutkan oleh American Heart Association. Bahkan bisa saja hanya dalam hitungan menit. Perbedaan lainnya menurut  American Stroke Association, mini stroke tidak menghasilkan kerusakan berkepanjangan pada otak maupun bagian tubuh yang lain. Walaupun relatif tidak berbahaya, tetapi kondisi ini sama sekali tidak bisa diremehkan.
Walaupun tidak semua stroke didahului oleh mini stroke, namaun pada orang yang pernah mengalami 1 atau 2 kali mini stroke, 1/3 nya ternyata memang cikal bakal dari serangan stroke yang parah dan mengakibatkan kecacatan. Menurut www.webmd.com , 14 % dari orang yang pernah mengalami satu kali mini stroke atau stroke, kembali mengalami serangan dalam satu tahun. Serangan mini stroke selanjutnya bisa berlangsung lebih lama atau lebih parah. Ironisnya, banyak orang yang mengalami gejalanya tanpa menyadari bahwa ini adalah mini stroke.

Pada stroke, yang terjadi adalah adanya deposit lemak atau emboli (gumpalan) yang menyumbat pembuluh darah (stroke iskemik) atau mungkin juga terjadi pecahnya pembuluh darah karena pembuluh melemah.

Dengan perawatan, kerusakan yang terjadi akibat stroke dapat diminimalisasi. Namun, penting diingat bahwa ini hanya berlaku jika perawatan diberikan dalam 3 jam setelah stroke, seperti dinyatakan oleh NSA. Beberapa gejala yang harus diperhatikan:

1.Tiba-tiba merasa baal / lemah pada wajah, lengan atau kaki, terutama pada satu sisi saja dari tubuh.

2.Tiba-tiba merasa bingung, sulit bicara dan memahami pembicaraan.

3.Kesulitan melihat baik oleh satu atau kedua mata secara tiba-tiba.

4.Tiba-tiba sulit berjalan, terasa pusing, atau kehilangan keseimbangan.

5.Sakit kepala parah secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.

Jika Anda pernah merasakan satu atau lebih gejala-gejala seperti ini, sebaiknya segera periksakan ke Rumah Sakit terdekat. Pola makan juga memainkan peranan penting dalam membantu mencegah terjadinya stroke setelah adanya gejala-gejala mini stroke yang telah muncul. Omega 3 dan Omega 6 telah terbukti melalui berbagai penelitian yang dipublikasikan di berbagai Jurnal Kesehatan mampu mengurangi kadar kolesterol yang menumpuk dalam darah dan membantu mencegah terjadinya pengentalan darah yang sangat mudah memicu terjadinya emboli (gumpalan ) yang dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Suplemen Omega 3 dan Omega 6 yang efektif membantu menurunkan kadar kolesterol dan mencegah terjadinya mini stroke bahkan stroke

Tidak ada komentar: